Minggu, 23 Januari 2011

FOTOGRAFI : Hobi atau ikut-ikutan?

Anda pasti mulai melihat ketertarikan masyarakat akan dunia fotografi. Banyak alasan yang membuat mereka berkecimpung di dunia ini. Mulai dari hobi, pekerjaan, ataupun hanya sekedar gaya-gayaan. Walaupun tanpa menyandang pendidikan di dunia fotografi, dan hanya bermodalkan kamera, orang tersebut bisa saja disebut sebagai fotografer. Well, people decide, ladies.


Apa sih fotografi itu?
Fotografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Photos (cahaya) dan Graphos (melukis). Jika keduanya diganungkan mungkin fotografi dapat diartikan melukis dengan cahaya. Dasar fotografi sebenarnya merupakan penggabungan dari cahaya masuk di lensa kamera, dan objek yang akan diabadikan. Secara sederhana foto terjadi karena objek yang akan difoto mendapatkan pencahayaan yang cukup sehingga momen yang kita inginkan dapat terabadikan di kamera kita. Seiring perkembangan jaman, fotografi tumbuh menjadi sebuah seni dimana seni tersebut terletak pada foto dan momen yang terabadikan.

Mengapa orang menyukai fotografi?
“Saat memfoto suatu objek, kita akan mendapatkan satu kepuasan tersendiri,” tutur Adi yang mengaku baru menyukai dunia fotografi. Alasan Adi mungkin sama dengan beberapa orang yang hobi di bidang ini. Berangkat dari hobilah seseorang rela mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli sebuah kamera.  “Saya membeli kamera D-SLR seharga hampir 5 jutaan,” aku Siska salah satu penggila fotografi.
Selain hobi, ada pula yang tertarik dengan fotografi karena dapat memberikan penghasilan untuk mereka. Seperti penuturan Cycyy, berawal dari sebuah jepretan iseng pada teman-temannya kini Cycyy mampu menghasilkan uang dari hasil fotonya tersebut. “Sebenarnya saya tidak hobi, tapi karena teman-teman suka pada hasil foto saya. Dan menghasilkan uang juga, akhirnya saya pun bergelut dengan yang namanya fotografi,” cerita Cycyy.

Sisanya adalah golongan yang mengikuti tren. Akhir-akhir ini sering kali kita melihat orang-orang bepergian dengan membawa kamera. Secara tidak langsung membawa kamera menjadi sebuah trend dikalangan publik. Orang yang membawa kamera dan menunjukan kameranya di depan umum mungkin sering kali menjadi tontonan publik, apalagi jika membawa kamera D-SLR yang harganya hingga puluhan juta rupiah. Seperti penuturan Okta yang mengaku menjadikan fotografi sebagai trendsetter  “Saya kurang jago fotografi, tapi sepertinya keren kalau bawa kamera kemana-mana dan siapa tahu lama-lama bisa pintar karena sering memfoto,”

Namun tidak semua orang yang membawa kamera itu hanya sekedar untuk pamer, memang ada yang sangat mengagumi seni fotografi bahkan mendalami ilmu fotografi tersebut dan menjadikannya sebuah profesi. Contohnya saja seperti Charles O’Rear seorang fotografer profesional yang fotonya terpilih menjadi tema default wallpaper Windows pada Windows XP. Di Indonesia sendiri kita memiliki seorang Iwan Bagus yang foto-fotonya disukai hingga ke daratan Amerika. 

Bagaimana menjadi fotografer?
Di perguruan tinggi desain ataupun tempat pelatihan desain sebenarnya ada yang mengajarkan teori-teori tentang fotografi. Namun ini bukanlah persyaratan yang diharuskan untuk menjadi seorang fotografer. Yang terpenting yang harus dimiliki seorang fotografer adalah rasa seni yang mampu memberikan sebuah gambaran di setiap foto-fotonya. Pengalaman, dan daya imajinasi adalah fondasi dari seni fotografi.  Apapun alasannya baik itu hobi, ataupun mendapat penghasilan, orang yang mengabadikan sebuah momen dapat dikatakan sebagai fotografer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer